alfawani.com - Istighfar seorang anak kepada orang tuanya adalah syafaat yang istimewa. Kita menjadi orangtua prestatif apabila kita berhasil membuat anak-anak kita pintar dalam sekolahnya dan mengantarkan mereka sukses masa depannya. Akan tetapi semua itu akan menjadi sia-sia bila kita gagal menginstall hati dan lisannya untuk membiasakan istighfar untuk kedua orang tuanya.
Seperti makan yang sudah terpola tiga kali sehari. Seperti tidur yang sudah terpola malam hari. Seperti mandi tiap hari. Seperti itulah istighfar untuk orang tua juga harus dipolakan kepada anak-anak. Minimal 5 kali dalam sehari. Kalau perlu orang tua jangan malu mengabsen. Tentu tidak harus dalam bahasa perintah, namun bisa dalam bahasa permintaan tolong.
Istighfar anak untuk orang tua pengaruhnya dahsyat. Bahkan boleh dibilang, keberartian seorang anak itu hakikatnya terletak pada seberapa ingat mereka untuk mendoakan orang tuanya. Bila mendoakan orang tua saja mereka lupa, jangan berharap mereka melakukan sesuatu lebih dari itu. Bila mendoakan orang tua mereka sampai lupa, sepertinya alamat kelak di akhirat tak bisa saling membela.
Rasulullah menceritakan kisah seorang laki-laki yang di surga kelak dinaikkan derajatnya. Beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla meninggikan derajat seorang hamba-Nya yang shaleh di surga, sehingga hamba tersebut bertanya, "Ya Rabb, Bagaimana semua ini (bisa menjadi) milikku? Allah berfirman menjawabnya, 'Karena istighfar anakmu untuk dirimu'". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hamba itu bertanya karena dia keheranan. Dia sadar kedudukannya tidak disitu. Amalnya yang tak seberapa seharusnya menempatkannya dibawah. Karena dia keheranan, mengapa bisa dinaikkan. Allah SWT menjelaskan, itu disebabkan istighfar yang dipanjatkan anaknya untuknya selama di dunia. Allahu Akbar.
Nurul Hayat | 171 | hal. 11


0 تعليقات